oleh

Tips Menghindari Investasi Bodong

Kabarin.co.id – Berniat untuk menjajal investasi? Tentu ada beberapa Tips Menghindari Investasi Bodong. Hal ini supaya anda terhindar dari penipuan atau sejenisnya.

Tidak sedikit orang yang tergiur dengan keuntungan berlimpah dalam waktu singkat oleh beberapa oknum tertentu. Bahkan banyak pula yang terbuai dengan penawaran-penawaran investasi dengan keuntungan berkali-kali lipat.

Akan tetapi, anda juga harus lebih hati-hati dalam berinvestasi. Jangan sampai anda tergoda dengan tawaran investasi bodong.

Ciri sederhana yang paling bisa dilihat ialah : Investasi tidak mempunyai izin, tidak ada penjelasan pengelolaan dana investasi, tidak jelasnya struktur kepengurusan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, setelah anda sudah benar-benar paham dengan ciri-ciri investasi bodong. Maka berikut tata cara terhindari dari jenis investasi tersebut. Apa saja?

Tips Menghindari Investasi Bodong

1. Mengumpulkan Informasi Secara Detail

Sebelum memutuskan untuk mulai investasi, alangkah baiknya jika anda mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu tentang investasi tersebut.

Coba anda cari tahu secara detail tentang seluk-beluk dari perusahaan yang dimaksud. Jika investasi dalam bentuk perkebunan, maka luangkan waktu untuk melihat secara langsung bentuk riil dari investasi.

Selain itu, anda juga harus tetap memantau perkembangan produk yang anda investasikan, meski sudah tergabung didalamnya.

2. Jangan Tergoda Tawaran Untung Besar

Tidak semua yang dijanjikan keuntungan besar, merupakan investasi bodong. Namun, untuk menambah kewaspadaan, maka tawaran-tawaran seperti itu patut pula anda curigai.

Akan lebih baik jika dilakukan perhitungan matematika sederhana, yakni dengan memperkirakan keuntungan yang dijanjikan sudah masuk akal atau tidak.

Apalagi jika dengan jumlah uang yang tidak terlalu besar, namun anda dijanjikan keuntungan yang begitu besar dalam jangka waktu relatif sangat singkat.

3. Cek Dokumen Perizinan Lembaga

Pada setiap lembaga khususnya yang menghimpun dana masyarakat serta pengelolaan investasi, harus mempunyai izin resmi dari Otoritas Jasa keuangan (OJK), dan juga Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti).

Jika perusahaan atau lembaga yang menawarkan produk investasi tersebut tidak mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), maka patut diwaspadai.

4. Mengenali Bentuk Dan Cara Pemasaran Investasi

Untuk terhindari dari investasi bodong, maka anda perlu kenal dan tau cara pemasaran produk investasi. Pada lembaga yang resmi, akan dijelaskan mekanisme cara kerja, pembagian keuntungan, dan beberapa hal secara jelas.

Namun jika perusahaan yang menawarkan produk pada anda tidak mempunyai aturan yang jelas, maka anda patut lebih waspada.

Umumnya, perusahaan yang menjalankan produk investasi bodong, tidak mempunyai standar baku dalam mengelola produk investasi tersebut.

Bahkan, tidak sedikit investasi bodong yang tidak memiliki produk ataupun cara penjualan yang resmi.

5. Jangan Terburu-buru Menyerahkan Dana

Sebelum tandatangan perjanjian, alangkah lebih baik jika membaca dulu segala hal dengan cermat dan teliti. Hal ini bertujuan supaya tidak muncul salah persepse di belakang hari.

Anda juga tidak harus buru-buru dalam menyerahkan dana sebelum membuat serta menandatangani perjanjian yang resmi dan detail.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News