oleh

Usai tembak Drone AS, Iran Dikecam Trump

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) mengecam Iran lanataran dianggap telah membuat kesalahan besar. Sebab pesawat nirawak atau drone milik AS telah ditembak jatuh oleh Iran. Insiden tersebut membuat hubungan antara Iran dan AS kian memanas.

“Mereka (Iran) telah membuat kesalahan yang sangat besar. Negara ini (AS) tidak akan membiarkan hal tersebut, saya beri tahu Anda.” ujar Trump, kepada wartawan di Gedung Putih, pada hari Kamis (20/6).

Setelah Korps Garda Revolusi (IRGC), angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menembak jatuh dronE pengintai RQ – 4 Global Hawk, yang saat itu tengah melintasi wilayah selatan Provinsi Hormozgan atau tepatnya di dekat distrik Kouhmobarak, Trump mengutarakan pernyataan tersebut.

IRGC lewat situs resminya menyatakan bahwa drone tersebut ditembak lantaran telah memasuki wilayah udara milik Iran. Drone itu mampu mengumpulkan gambar citra satelit dengan menggunakan resolusi yang tinggi dan tetap bisa digunakan dalam kondisi cuaca apapun. Selain itu, drone itu juga mampu beroperasi lebih dari 30 jam.

Kementerian Pertahanan AS telah mengecam “serangan yang tak beralasan di wilayah udara internasional” tersebut. AS mengklaim bahwa drone mereka terbang sekitar 34 km dari titik terdekat Iran pada saat ditembak jatuh.

Iran telah bersumpah bahwa mereka akan membawa insiden tersebut ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membuktikan bahwa pihak AS telah “berbohong”. “Kami akan membawa agresi baru ini ke PBB dan menunjukan bahwa AS telah berbohong mengenai klaimnya yang telah menerbangkan drone tersebut di wilayah udara internasional,” tulis Mohammad Javad Zrif, Menteri Luar Negeri Iran lewat akun Twitternya.

“AS telah menerapkan kebijakan terorisme ekonomi atau sanksi terhadap Iran dan sekarang mereka berusaha melanggar batas wilayah kami. Kami tidak berniat untuk perang, namun kami akan dengan kuat mempertahankan langit, tanah dan perairan milik kami,” tulisnya menambahkan seperti yang dikutip AFP.

Ketegangan antara Iran dan AS yang terjadi pada beberapa bulan terakhir, apalagi setelah insiden sabotase yang dialami oleh 2 kapal tanker Saudi yang berada di teluk Oman dan 4 kapal tanker Saudi yang berada di perairan lepas Uni Emirat Arab, kian memanas.

As dan Saudi, sekutu AS di Timur Tengah telah menuding Iran terkait dua insiden yang menimpa kapal tanker milik Saudi tersebut. Padahal pihak Iran telah membantah keras untuk bertanggung jawab terkait insiden itu.

Sejak hubungan AS dengan Iran kian meruncing, pemerintah AS telah mengirim pasukan tambahan termasuk 2 pesawat pengebom B – 52 dan juga kapal induknya ke Timur Tengah.

Meskipun demikian, Trump juga menegaskan bahwa pihaknya tak ada niat untuk berperang dengan Iran. Namun para pengeritik Trump menganggap bahwa kebijakan yang telah ia tetapkan terhadap Iran akan membuat peluang perang terhadap kedua negara tersebut semakin besar.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News