XL Axiata (EXCL) terlibat proyek kabel bawah laut Facebook, begini persiapannya

  • Bagikan
arrow daftar

ILUSTRASI. Layanan pelanggan di XL Center, Jakarta,

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yudho Winarto

KABARIN.CO.ID –┬áJAKARTA. Emiten telekomuniasi, PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyampaikan pihaknya menggelontorkan investasi untuk mendukung operasi bawah kabel laut yang diinisiasi oleh Facebook.

Facebook mengumumkan rencananya untuk menggelar kabel bawah laut yang akan menghubungkan wilayah Indonesia, Singapura, dan Amerika Utara. Proyek tersebut akan dikerjakan dengan menggandeng Google dan perusahaan telekomunikasi dalam rangka meningkatkan kapasitas koneksi internet antar wilayah.

Dalam pembangunan ini, ada dua kabel bawah laut yang disiapkan. Kedua kabel tersebut diberi nama Echo dan Bifrost. Kabel Echo sendiri dibuat dengan kerja sama antara induk Google yakni Alphabet, dengan perusahaan telekomunikasi Indonesia, XL Axiata. Pembuatan Echo direncanakan akan rampung tahun 2023 mendatang.

“Persiapan khusus kami untuk penanganan proyek tersebut tentu ada, termasuk diantaranya koordinasi dengan pemerintah untuk dukungan perizinan, penyiapan teknis untuk lokasi pendaratan kabel dan sebagainya. Untuk nilai investasinya, kami belum bisa menyampaikannya,” ujar Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications kepada Kontan.co.id, Jumat (9/4).

Lebih lanjut, EXCL berharap jika proyek ini bisa dijalankan secepatnya. Saat ini EXCL juga masih terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapatkan dukungan perizinan yang dibutuhkan untuk percepatan pelaksanaan proyek tersebut. EXCL berharap, proyek ini bisa rampung di tahun 2023.

Baca Juga: Pengamat: Proyek kabel bawah laut Facebook bukan untuk kepentingan Indonesia

Menurut EXCL, kehadiran proyek ini tidak hanya akan berkontribusi pada kinerja Perseroan ke depannya, tetapi juga memberikan manfaat bagi seluruh pihak termasuk perusahaan, masyarakat dan juga bagi negara.

Ayu mengatakan, manfaat tersebut di antaranya tersedianya akses internet dan data dengan kapasitas besar ke luar negeri untuk masyarakat, pemerintah dan korporasi untuk mendukung kemudahan komunikasi dan banyak aktivitas.

Hal ini juga termasuk dengan kemajuan ekonomi dan pengembangan teknologi, mengurangi ketergantungan akses internet dan data ke jaringan global, yang selama ini hanya tersedia melalui jalur Singapore dan Hong Kong, serta memberi kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi digital pada masyarakat secara luas sampai ke pelosok dan Kawasan Timur Indonesia.

“Khususnya dari sisi kemudahan komunikasi bagi pelanggan adalah peningkatan kualitas layanan data yang kami harapkan dapat meningkatkan dan kenyamanan akses data bagi pelanggan kami,” tutupnya.

Reporter: Amalia Nur Fitri
Editor: Yudho Winarto

Sumber Antara News

  • Bagikan