YLBHI : KPK Akan Berada Di Bawah Kendali Jokowi

  • Bagikan
YLBHI : KPK Akan Berada Di Bawah Kendali Jokowi
Presiden Joko Widodo / foto : ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Kabarin.co.id, Jakarta –  Disebutkan oleh Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memegang kendali penuh terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya, Jokowi akan memilih lima orang dewan pengawas KPK. Aswin menyebut, Jokowi akan punyai kuasa sangat besar. Pasal 37A hingga 37G UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK mengatur pemilihan Dewas KPK generasi pertama ditunjuk langsung oleh presiden.

Terkait dengan pernyataan Asfinawati tersebut, belum ada tanggapan dari pihak Istana dan Presiden Joko Widodo.

“Sebetulnya KPK ini sedang di tangan Presiden. Presiden bisa mengendalikan KPK, dan siapapun yang bisa masuk ke Presiden juga bisa menikmati relasi kekuasaan itu dengan KPK, termasuk partai pendukung,” ucap Asfin di Kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta, Minggu (3/11/2019).

“Pimpinan KPK juga dipilih oleh pansel bentukan Presiden. Jadi Presiden juga punya relasi kekuasaan dengan presiden sedikit banyak,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menilai bahwa Istana sudah gagal paham tentang lembaga antikorupsi yang baik.

Kurnia menilai, KPK tidak membutuhkan Dewas. Pasalnya mereka sudah mempunyai sistem pengawasan internal dari deputi pengawas, serta pengawasan eksternal dari BPK, DPR, Ombudsman, dan Presiden.

“Jadi bukan Presiden mengutarakan akan memilih figur yang kapabel, berintegritas, bukan itu poinnya. Siapapun yang dipilih Presiden katakanlah itu kekeliruan yang fatal dalam melihat konsep lembaga anti korupsi,” jelas Kurnia.

Dalam hal ini, Presiden Jokowi memastikan bahwa dirinya sudah mengantongi nama dewan pengawas. “Untuk pertama kalinya tidak lewat Pansel. Tapi percayalah yang terpilih nanti adalah beliau-beliau yang memiliki kredibilitas yang baik,” ungkap Jokowi.

  • Bagikan